Internationalmedia.co.id – News – Kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau akrab disapa dr. Icha (27), mengguncang publik, terutama setelah tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terseret dalam dugaan kasus intimidasi yang mendahului kepergiannya. Tiga partai politik besar yang menaungi para wakil rakyat tersebut kini angkat bicara, menyatakan keseriusan mereka dalam menanggapi insiden memilukan ini.
Insiden yang menjadi sorotan bermula pada Sabtu, 13 Juni, ketika dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dari PKB dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi IGD RS Leona di Kefamenanu. Keduanya diduga datang dalam kondisi terpengaruh alkohol dan berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha yang sedang bertugas menangani pasien anak korban gigitan ular, keponakan Therensius. Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu.

Peristiwa tersebut diduga meninggalkan trauma mendalam bagi dr. Icha. Ia kemudian menjalani perawatan intensif karena tekanan psikologis, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 WITA.
Paman sekaligus juru bicara keluarga dr. Icha, Fabianus Banase, menegaskan akan melaporkan ketiga anggota DPRD TTU ke Polda NTT setelah proses pemakaman. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, membenarkan bahwa pihaknya akan segera memanggil ketiga anggota DPRD yang disebutkan, yaitu Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Tubani dari PKB, dan Therensius Lazakar dari Golkar, untuk dimintai klarifikasi. Meskipun belum ada laporan resmi dari keluarga, kepolisian telah memulai penyelidikan berdasarkan informasi yang viral di media sosial, termasuk mengambil keterangan dari rekan-rekan dr. Icha yang berada di lokasi kejadian.
Reaksi Keras dari Tiga Partai Politik
Dari ranah politik, PKB melalui Wakil Ketua Komisi IX DPR sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh (Ninik), mengecam keras dugaan intimidasi tersebut. Ninik menegaskan bahwa PKB akan memanggil Norbertus Tubani untuk tabayun atau klarifikasi, dan tidak segan menjatuhkan sanksi disiplin jika terbukti bersalah. "Tidak ada ruang bagi tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan," tegas Ninik, seperti dikutip internationalmedia.co.id. Ia juga menekankan pentingnya memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman tanpa tekanan.
Senada, Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat menyatakan partainya siap mengambil langkah tegas, termasuk sanksi maksimal hingga pemecatan, jika kadernya, Veronika Lake, terbukti terlibat dalam intimidasi yang berujung pada kematian dr. Icha. Sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan, mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga pemecatan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Golkar Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami keterlibatan Therensius Lazakar. DPD Provinsi Golkar telah diinstruksikan untuk segera memanggil yang bersangkutan guna klarifikasi. Sarmuji mengingatkan seluruh kader Golkar untuk tidak bersikap "ojo dumeh" atau sewenang-wenang dengan jabatan yang diemban, serta menekankan pentingnya mendengarkan klarifikasi dari kedua belah pihak untuk memastikan kebenaran dugaan intimidasi tersebut. Sarmuji juga menanggapi pernyataan Bupati TTU mengenai anggota DPRD yang kerap membuat kekacauan akibat alkohol, mengakui bahwa kasus dr. Icha ini membuka tabir permasalahan tersebut dan menjadi tugas partai untuk menertibkan kadernya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian dan juga menjadi perhatian serius dari partai politik yang kadernya diduga terlibat, menunjukkan komitmen untuk menegakkan keadilan dan etika pejabat publik.
