Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti Thailand bagian selatan. Banjir dahsyat yang melanda wilayah tersebut telah merenggut nyawa sedikitnya 55 orang, menyebabkan fasilitas kamar jenazah kewalahan menampung jumlah korban yang terus bertambah.
Situasi memilukan ini memaksa otoritas setempat untuk mengambil langkah darurat dengan mendatangkan tiga truk berpendingin sebagai tempat penampungan sementara bagi jenazah. Provinsi Songkhla menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir, dengan kota Hat Yai, pusat transportasi dan perdagangan utama, lumpuh total.

Rumah Sakit Songkhla melaporkan bahwa kamar jenazah mereka telah melebihi kapasitas. "Kamar jenazah telah melebihi kapasitasnya, kami membutuhkan lebih banyak," ujar Charn, seorang petugas kamar jenazah, kepada AFP. Truk-truk berpendingin berwarna putih terlihat terparkir di luar gedung utama rumah sakit, menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusiaan ini.
Pemerintah Thailand telah menonaktifkan kepala distrik Hat Yai atas dugaan kegagalan dalam menangani banjir. Ketinggian air di Hat Yai mencapai 2,5 meter, merendam rumah-rumah dan jalanan. Tim penyelamat berjuang menembus banjir dengan perahu untuk menyelamatkan warga dan mengirimkan bantuan.
Militer Thailand telah mengerahkan segala sumber daya, termasuk 200 perahu, 20 helikopter, dan bahkan kapal induk, untuk membantu upaya penanggulangan banjir dan penyelamatan. Bantuan terus berdatangan, namun duka mendalam tetap menyelimuti Thailand atas kehilangan nyawa yang begitu besar.
