Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan telah menerima sebuah proposal berisi sepuluh poin krusial dari Iran, yang kini menjadi landasan utama untuk negosiasi perdamaian. Keputusan mengejutkan ini, seperti diungkapkan Trump sendiri, sekaligus menunda rencana serangan militer AS ke Teheran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, salah satu tuntutan utama Iran dalam proposal tersebut adalah penarikan pasukan tempur Amerika dari kawasan strategis Timur Tengah.
Dilansir dari media Iran, Tasnim News Agency, dan BBC, Trump melalui platform media sosial pribadinya menyatakan keyakinannya bahwa paket proposal tersebut merupakan fondasi yang solid untuk memulai dialog. "Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya yakin ini dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi," tulis Trump, mengisyaratkan optimisme terhadap prospek penyelesaian konflik yang telah lama memanas.

Inti dari proposal Iran mencakup beberapa tuntutan signifikan. Selain penarikan pasukan militer AS, Teheran juga mendesak pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadapnya, pembayaran kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan akibat konflik, serta jaminan atas kendali berkelanjutan Iran terhadap Selat Hormuz yang vital.
Adapun rincian lengkap dari 10 poin proposal Iran yang kini menjadi fokus perundingan adalah sebagai berikut:
- AS harus berkomitmen, pada prinsipnya, untuk menjamin non-agresi terhadap Iran.
- Pengakuan atas kontrol berkelanjutan Iran terhadap Selat Hormuz.
- Penerimaan hak Iran untuk pengayaan uranium.
- Pencabutan semua sanksi utama yang dikenakan pada Iran.
- Pencabutan semua sanksi sekunder.
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran.
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur IAEA.
- Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang diderita Iran.
- Penarikan penuh pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.
- Penghentian perang di semua lini, termasuk terhadap "perlawanan Islam yang heroik" di Lebanon.
Penangguhan serangan militer yang sebelumnya diumumkan Trump, dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz, kini tampaknya menemukan titik terang baru. Pernyataan dari akun X Gedung Putih mengonfirmasi penerimaan proposal tersebut, dengan Trump menyebut, "Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah." Ia menambahkan keyakinannya bahwa kesepakatan penuh dapat tercapai dalam kurun waktu dua minggu, mengingat sebagian besar poin perselisihan di masa lalu disebutnya telah disepakati.
Perkembangan ini membuka babak baru dalam hubungan AS-Iran, dengan harapan besar akan terwujudnya perdamaian di kawasan yang bergejolak.
(yld/whn)

