Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Tarif Tambahan 10%? Ancaman Trump Bikin China Geram!
Trending Indonesia

Tarif Tambahan 10%? Ancaman Trump Bikin China Geram!

GunawatiBy Gunawati07-07-2025 - 17.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Tarif Tambahan 10%? Ancaman Trump Bikin China Geram!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan ancaman terbaru Donald Trump yang akan mengenakan tarif tambahan 10% untuk negara-negara yang dianggap berpihak pada blok BRICS. Ancaman ini langsung direspon oleh China. Beijing menegaskan bahwa BRICS tidak mencari konfrontasi dengan pihak manapun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa perang dagang dan tarif tidak menguntungkan siapapun. Proteksionisme, menurutnya, bukanlah solusi. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas ancaman Trump yang akan mengirimkan surat pemberlakuan tarif kepada berbagai negara pada 7 Juli 2025, beberapa hari sebelum batas waktu kesepakatan perdagangan.

Tarif Tambahan 10%? Ancaman Trump Bikin China Geram!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump sebelumnya telah memperingatkan akan menaikkan tarif impor ke level tertinggi jika negara-negara gagal mencapai kesepakatan. Melalui media sosial Truth Social, ia mengancam tarif tambahan 10% untuk negara-negara yang dianggap mendukung "kebijakan anti-Amerika" BRICS. Ia tidak menjelaskan secara detail apa yang dimaksud dengan "kebijakan anti-Amerika" tersebut.

Ancaman ini muncul setelah pertemuan puncak BRICS di Rio de Janeiro, Brasil. BRICS, yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, dan China, kini telah berkembang menjadi 11 negara termasuk Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. China sendiri membela BRICS sebagai platform penting kerja sama negara berkembang, menekankan sifatnya yang inklusif dan tidak berkonfrontasi.

Pernyataan Mao Ning menegaskan kembali komitmen BRICS terhadap keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta penolakan terhadap konfrontasi. Situasi ini menimbulkan ketegangan baru dalam hubungan perdagangan internasional dan menyoroti peran BRICS sebagai kekuatan ekonomi yang semakin berpengaruh di dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rahasia Andrew Terkuak Istana Siap Buka Pintu

10-02-2026 - 18.45

Misteri Epstein Terbongkar Konflik Global Memanas

10-02-2026 - 18.30

Dunia Hancur Utusan Trump Beri Jawaban Tak Terduga

10-02-2026 - 18.15

Agenda Mendesak Netanyahu di Washington

10-02-2026 - 18.00

Iran Siap Encerkan Uranium Ini Syaratnya

10-02-2026 - 16.45

Hanya Dia Tahu Kunci Skandal Epstein

10-02-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.