Jakarta – Sebuah penemuan menggemparkan terjadi di area Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, ketika sesosok mayat pria ditemukan di dalam gardu listrik. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, jenazah yang teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan, menunjukkan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.
Tim kepolisian dan petugas terkait mulai melakukan evakuasi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 20.25 WIB. Saksi mata dan laporan dari internationalmedia.co.id di lokasi menyebutkan bahwa bau busuk yang menyengat masih tercium kuat hingga radius sekitar 10 meter dari lokasi gardu listrik, mengindikasikan bahwa jenazah mungkin sudah berada di sana selama beberapa waktu.

Kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan, dengan luka bakar yang jelas terlihat di area dada dan wajah. Saat dimasukkan ke kantong jenazah oleh petugas, korban diketahui hanya mengenakan celana panjang berwarna hitam.
Menanggapi penemuan tragis ini, pihak LRT Jabodetabek segera memberikan klarifikasi. Manager of Public Relations LRT Jabodetabek, Radhitya Mardika, dengan tegas menyatakan bahwa mayat yang ditemukan di dalam gardu listrik Stasiun LRT Pancoran tersebut bukanlah pegawai mereka.
Kepastian ini didasarkan pada tidak adanya laporan mengenai pegawai LRT yang hilang kontak atau tidak masuk kerja hingga saat ini. "Itu yang terduga jenazahnya bukan dari pegawainya LRT," ujar Radhitya saat dihubungi pada hari yang sama. Ia menambahkan, "Iya karena kan kalau pegawai LRT kelihatan kalau ada yang hilang satu atau bagaimana."
Radhitya juga menjelaskan bahwa pihak LRT baru mengetahui adanya dugaan keberadaan mayat di dalam gardu listrik tersebut pada sore hari, setelah terciumnya aroma busuk yang kuat di sekitar lokasi. Setelah petugas melakukan pengecekan awal dan menduga kuat bahwa sumber bau berasal dari jenazah, pihak LRT langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
"Dari aroma itu, terus petugas datang cek dan karena ini berkaitan dengan jenazah makanya kita telepon kepolisian untuk melakukan identifikasi sesuai bidangnya," pungkas Radhitya, menegaskan bahwa proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut kini sepenuhnya berada di tangan pihak kepolisian.
