Kabar duka menyelimuti dunia transportasi di Papua Pegunungan. Seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Tasya, ditemukan tewas secara tragis di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, korban diduga kuat menjadi sasaran kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah sebelumnya dipaksa untuk mendukung gerakan Papua Merdeka.
Menurut keterangan Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna, tim gabungan menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi hangus terbakar, dengan jenazah pengemudinya berada di dalamnya. Aris Sanda, yang akrab disapa Bapak Tasya, dilaporkan menjadi korban kekerasan brutal oleh kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama, yang berujung pada kematiannya.

Pihak TNI mengecam keras aksi kekerasan ini dan menegaskan akan terus melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku. Letkol Wirya menyatakan keprihatinannya, "Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman," ujarnya, menyoroti betapa kejamnya tindakan tersebut terhadap warga sipil yang mencari nafkah.
Sebelum tewas ditembak, Aris Sanda sempat disandera dan dipaksa untuk menyatakan dukungan terhadap Papua Merdeka. Sebuah rekaman video yang beredar, dan diterima oleh internationalmedia.co.id, menunjukkan Aris Sanda mengenakan jaket hitam dan celana krem, memegang bendera bintang kejora. Ia dipaksa menyampaikan pernyataan terkait Papua, sementara sejumlah anggota KKB dengan senjata api laras panjang dan panah mengelilinginya, bahkan salah satu di antaranya menodongkan senjata ke arah kepala korban.
Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (15/9) di jalur Trans Wamena-Nduga. Aris Sanda yang saat itu membawa penumpang, dicegat di tengah jalan oleh kelompok bersenjata. Setelah itu, para penumpang diperintahkan untuk kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa paksa menuju kawasan Danau Habema. Di lokasi terpencil itulah, korban diduga kuat dihabisi nyawanya sebelum mobilnya ditemukan hangus terbakar.
Menyusul penemuan jenazah, aparat kepolisian segera turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara menjelaskan, tim tiba di lokasi penemuan mayat di sekitar Danau Habema pada Rabu (16/9) sekitar pukul 13.15 WIT. Jenazah korban yang ditemukan di dalam mobilnya yang hangus, langsung dievakuasi menuju RSUD Wamena untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setibanya di RSUD Wamena sekitar pukul 15.25 WIT, jasad Aris Sanda segera diperiksa oleh dokter untuk mengetahui kondisi medis serta penyebab dan mekanisme kematiannya. Setelah proses pemeriksaan selesai dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, personel kepolisian kembali ke Mako Polres Jayawijaya. AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara menegaskan bahwa Polres Jayawijaya akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam terhadap peristiwa keji ini, serta mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian guna memburu para pelaku.
