Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tragis mengguncang Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, ketika Aris Sanda alias Tasya, seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, meregang nyawa setelah menjadi sasaran penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Peristiwa memilukan ini mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melancarkan operasi pengejaran intensif terhadap para pelaku.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam memburu KKB yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. "Melakukan pengejaran terhadap pelaku," ujar Mayjen Hariyanto kepada awak media pada Kamis. Ia menambahkan, TNI juga mengoptimalkan seluruh satuan tugas (satgas) yang telah tergelar di wilayah tersebut guna mempercepat penangkapan.

Selain fokus pada pengejaran, prioritas utama TNI juga mencakup penguatan keamanan bagi warga sipil di sekitar area terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman teror KKB. "TNI melakukan penguatan pengamanan terhadap warga," jelasnya lebih lanjut.
Aris Sanda, yang dikenal luas sebagai pengemudi yang setia melayani kebutuhan transportasi masyarakat Papua, tewas saat sedang mengangkut logistik penting. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam mobilnya yang terbakar, menambah daftar panjang korban kekerasan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Brigjen Lucky menyoroti peran vital Tasya sebagai pengemudi yang tak hanya membawa logistik, tetapi juga mengangkut penumpang lokal dari Wamena menuju daerah pedalaman. "Saya sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik, dan melayani transportasi masyarakat Papua. Orang-orang seperti inilah yang selama ini membantu kehidupan masyarakat di pedalaman," tegas Brigjen Lucky dalam keterangannya pada Rabu.
Brigjen Lucky Avianto juga mengecam keras tindakan keji terhadap warga sipil. "Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan, dan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya, menandaskan bahwa TNI akan terus berupaya menciptakan rasa aman dan menindak tegas setiap pelanggaran hukum di Papua Pegunungan.
