Internationalmedia.co.id – News – Denpasar – Tragedi memilukan mengguncang Legian, Bali, menyusul kematian Damien John Shaw, warga negara Australia, yang diduga membunuh kedua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Peristiwa tragis ini semakin mengejutkan publik setelah teman-teman Shaw di Australia mengungkapkan perubahan drastis pada penampilannya dalam beberapa bulan terakhir.
Tania Dagnall, sahabat Shaw yang tinggal di Bunbury, Australia, mengungkapkan rasa kaget dan ngerinya. Ia mengaku sempat bertemu Shaw, yang akrab disapa ‘Damo’, di Bali sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, Dagnall melihat perubahan drastis pada fisik Shaw. "Saya terkejut melihatnya. Penampilannya sangat berbeda saat dia menghampiri dan bergabung dengan kami untuk minum kopi. Dia bukan lagi sosok pria berbadan kekar yang biasa saya lihat, melainkan tampak kurus kering," ungkap Dagnall kepada ABC Australia. Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa tidak ada pembenaran atas perbuatan Shaw. "Sungguh mengerikan," imbuhnya.

Menurut laporan ABC Australia, Shaw yang berasal dari Perth telah mantap menetap di Bali selama puluhan tahun. Sekitar tujuh tahun lalu, ia memutuskan untuk berpindah agama saat menikahi istrinya. Sejak saat itu, teman-temannya bersaksi bahwa Shaw telah meninggalkan kebiasaan minum alkohol dan menjauhi narkoba. Sebelumnya, Shaw dikenal sebagai seorang pelaut yang bekerja di industri minyak dan gas dengan sistem rotasi (fly-in, fly-out). Ia memilih pensiun dari pekerjaan tersebut demi menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga di rumah. Dagnall bahkan sempat mengira Shaw menjalani kehidupan yang sempurna. "Sejujurnya, kami mengira dia menjalani kehidupan yang ideal: pensiun di tempat yang indah dan memiliki anak-anak," ujarnya. Shaw juga diketahui memiliki sejumlah properti di Perth dan Jepang, yang sering digunakannya sebagai tempat singgah saat bermain seluncur salju.
Namun, di balik kehidupan yang tampak ideal, Dagnall mengungkapkan adanya ketegangan dalam rumah tangga Shaw dan istrinya dalam beberapa bulan terakhir. "Saya tidak mengerti mengapa dia tega melakukan perbuatan sekeji itu. Hal ini sungguh menghancurkan hati kami," ujarnya, menunjukkan kesedihan mendalam.
Berdasarkan keterangan istri Shaw kepada pihak kepolisian, yang diperoleh internationalmedia.co.id, pasangan tersebut nyaris bercerai pada tahun 2022. Namun, rencana perceraian itu dibatalkan karena Shaw menderita gangguan kecemasan parah yang membuatnya kerap mengancam akan bunuh diri. "Dari keterangan istri bahwa mereka pernah cekcok tahun 2022 dan suaminya ini mempunyai rasa cemas yang tinggi," jelas Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang. Bahkan, sekitar sebulan sebelum tragedi, pria kelahiran Fremantle, Australia, itu sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan mengikat lehernya menggunakan kabel setrika, namun gagal. Kondisi ini menyebabkan ketidakharmonisan sering mewarnai rumah tangga mereka yang telah berjalan lebih dari enam tahun, meskipun tidak ada cekcok berarti menjelang insiden tragis tersebut.
Tragedi ini berakhir dengan penemuan jasad Shaw bersama kedua anaknya, seorang putra berusia enam tahun dan seorang putri berusia empat tahun. Diduga kuat, Shaw terlebih dahulu membunuh kedua buah hatinya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri.
