Internationalmedia.co.id – News – Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda serangkaian guncangan gempa bumi yang signifikan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 42 kejadian gempa sejak Rabu kemarin, dengan guncangan terbaru berkekuatan Magnitudo (M) 2,6 yang terjadi pada Kamis pagi.
Gempa terkini, yang tercatat pada pukul 04.59 WIB hari ini, berpusat di darat, sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung. Episenter gempa berada pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur, dengan kedalaman yang sangat dangkal, hanya 3 kilometer.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan bahwa karakteristik gempa-gempa ini mengindikasikan aktivitas sesar aktif. "Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," terang Ana Oktavia Setiowati, sebagaimana dikutip oleh internationalmedia.co.id.
Guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga di wilayah Pangalengan dan Kertasari, mencapai skala intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah, seringkali menimbulkan sensasi serupa truk besar yang melintas.
Rangkaian gempa ini, menurut BMKG, merupakan bagian dari aktivitas seismik yang intens di Kabupaten Bandung. Sejak Rabu, 16 September 2026, hingga Kamis, 17 September, pukul 05.30 WIB, total 42 kali gempa bumi telah tercatat di wilayah tersebut, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas tektonik.
Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan pada bangunan akibat serangkaian gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak panik. Penting untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan menghindari penyebaran berita atau spekulasi yang tidak berdasar.
