Israel kembali membuat geger dunia internasional. Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, secara mengejutkan mencabut izin tinggal Jonathan Whittall, pejabat senior kemanusiaan PBB. Langkah kontroversial ini diambil setelah Whittall dinilai kerap mengkritik keras situasi kemanusiaan di Gaza pasca-konflik.
Saar, melalui akun X-nya, menyatakan Whittall menyebarkan informasi yang dianggapnya menyesatkan mengenai perang di Gaza. Whittall, warga negara Afrika Selatan yang bermukim di Yerusalem dan sering mengunjungi Jalur Gaza, terus-menerus menyoroti kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza. Pernyataan Whittall pada April lalu, yang menyebut warga Gaza "perlahan-lahan sekarat", tampaknya menjadi pemicu utama keputusan Saar.

Keputusan Saar ini bukan tanpa alasan. Ia menuduh Whittall bersikap bias dan menunjukkan permusuhan terhadap Israel, serta melanggar prinsip netralitas yang seharusnya dipegang oleh PBB. Langkah ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian tindakan Israel terhadap pejabat PBB senior. Sejak konflik dengan Hamas Oktober 2023 lalu, Israel memang telah memperketat pemberian visa bagi pekerja OCHA, OHCHR, dan UNRWA. Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen Israel terhadap kerja kemanusiaan dan pengawasan internasional. Apakah ini pertanda semakin sulitnya akses bantuan kemanusiaan ke Gaza? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
