Sebuah insiden menghebohkan terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan massal. Kejadian ini diduga kuat setelah mereka menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini menyebabkan setidaknya 293 santri harus dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Menurut keterangan yang dihimpun internationalmedia.co.id, peristiwa tragis ini diperkirakan bermula pada Senin sore. Setelah para santri menunaikan salat zuhur, gejala keracunan mulai dirasakan menjelang waktu asar. Situasi memburuk dengan cepat, dan menjelang magrib, puluhan santri sudah harus dievakuasi menggunakan ambulans yang silih berganti keluar-masuk area ponpes. Mereka tersebar ke delapan rumah sakit dan puskesmas di sekitar Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, membenarkan data tersebut. "Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit," ujar dr. Lakhsmie, menjelaskan skala insiden yang terjadi.
Menanggapi insiden serius ini, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan akan segera turun tangan. Ia berencana mengecek langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang diduga menjadi penyedia makanan. Subandi tidak main-main; ia mengancam akan menutup operasional SPPG tersebut jika ditemukan ketidaksesuaian perizinan atau standar kebersihan dan keamanan pangan.
"Besok insyaallah akan kita cek ke sana, ya, dengan semuanya dinas pengampu, ya, termasuk perizinan, termasuk Dinkes dan lain-lain akan kita cek persoalan apa di sana," tegas Subandi, menunjukkan komitmennya untuk mengungkap penyebab pasti keracunan ini. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat pentingnya keamanan pangan, terutama di lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
