Internationalmedia.co.id melaporkan, sebanyak 1.000 jenazah tentara Ukraina telah diserahkan kembali ke pihak Ukraina pada Kamis (17/7). Penyerahan ini merupakan bagian dari kesepakatan yang tercapai dalam perundingan damai bulan lalu di Istanbul, Turki. Meskipun dua putaran negosiasi sebelumnya gagal menghasilkan gencatan senjata, kesepakatan tersebut setidaknya berhasil membuka jalan bagi pertukaran tahanan dalam skala besar dan pemulangan jenazah para prajurit.
Vladimir Medinsky, negosiator Rusia dan pejabat Kremlin, mengumumkan hal tersebut melalui Telegram. Ia mengunggah foto yang menunjukkan petugas medis mengangkat kantong jenazah dari truk berpendingin. Dalam kesempatan itu, Ukraina juga menyerahkan 19 jenazah tentara Rusia.

Pertukaran tawanan dan pemulangan jenazah telah terjadi beberapa kali selama konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung tiga tahun. Pertukaran ini menjadi satu-satunya bentuk diplomasi yang berhasil di tengah kebuntuan hubungan kedua negara. Meskipun ada tekanan internasional, termasuk dari Presiden Amerika Serikat, Rusia tetap menolak seruan gencatan senjata.
Perundingan bulan lalu diwarnai tuntutan keras dari Rusia, termasuk permintaan penyerahan wilayah Ukraina dan penghentian dukungan militer Barat. Tuntutan ini dianggap tidak dapat diterima oleh Kyiv, yang mempertanyakan kelanjutan negosiasi jika Moskow tak mau memberikan konsesi. Situasi ini menunjukkan betapa rumit dan alotnya upaya untuk mengakhiri konflik bersenjata tersebut.
