Serangan rudal Rusia kembali mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina. Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan yang terjadi Senin (21/7) waktu setempat itu mengakibatkan sedikitnya satu korban jiwa dan kerusakan bangunan, termasuk sebuah sekolah. Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, menyampaikan kabar duka melalui Telegram, mengonfirmasi adanya satu warga sipil yang tewas akibat serangan tersebut.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menambahkan bahwa empat distrik di wilayah Kyiv menjadi sasaran serangan. Ia mencatat sejumlah bangunan permukiman, sebuah kios, dan sebuah sekolah taman kanak-kanak terbakar akibat serangan. Bahkan, gerbang masuk stasiun kereta bawah tanah Lukyanivska turut mengalami kerusakan.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengajukan proposal perundingan damai baru kepada Moskow. Namun, dua putaran perundingan sebelumnya di Istanbul, Turki, belum membuahkan hasil signifikan, hanya menghasilkan kesepakatan pertukaran tahanan dan pemulangan jenazah prajurit.
Kremlin menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan perundingan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam sanksi berat jika Rusia tak mencapai kesepakatan damai dalam waktu 50 hari. Uni Eropa juga baru-baru ini menerapkan paket sanksi ke-18 terhadap Moskow, yang bertujuan membatasi kemampuan Rusia dalam mendanai perang di Ukraina. Situasi ini menunjukkan kebuntuan negosiasi damai dan eskalasi konflik yang terus berlanjut.
