Serangan rudal yang dilancarkan Iran ke kota pelabuhan Haifa, Israel utara, telah mengakibatkan sedikitnya 19 orang luka-luka. Internationalmedia.co.id melaporkan, peristiwa ini terjadi Jumat (20/6) sore dan menyebabkan kerusakan bangunan serta pecahnya kaca-kaca jendela di sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian. Foto-foto yang beredar di media menunjukkan proyektil menghantam area dekat dermaga. Sebuah bangunan mengalami kerusakan signifikan dan puing-puing berserakan di lokasi kejadian.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, serangan juga mengenai area di dekat Masjid Al-Jarina. Lokasi persisnya masih dirahasiakan karena tunduk pada aturan sensor militer. Juru bicara Rumah Sakit Rambam di Haifa menyebutkan 19 orang mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi serius. Pihak militer Israel memperkirakan sekitar 20 rudal diluncurkan dalam serangan terbaru ini.

Perang antara Israel dan Iran telah berlangsung selama sepekan terakhir, sejak Israel melancarkan serangan besar-besaran ke fasilitas nuklir dan militer Iran pada 13 Juni. Lebih dari 450 rudal dan sekitar 400 drone telah ditembakkan ke Israel, menurut Direktorat Diplomasi Publik Nasional Israel. Otoritas pajak Israel bahkan telah menerima lebih dari 25.000 aduan terkait kerusakan bangunan akibat konflik ini.
Kedua negara saling tuding menargetkan warga sipil. Laporan Human Rights Activists News Agency menyebutkan sedikitnya 639 orang tewas di Iran akibat serangan udara Israel. Korban tewas meliputi pejabat militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Sementara itu, otoritas Tel Aviv melaporkan sedikitnya 25 warga negaranya tewas akibat serangan rudal Iran. Konflik ini terus berlanjut dengan intensitas tinggi, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan di kedua negara.
