Internationalmedia.co.id – News, Tel Aviv โ Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menyatakan bahwa militer Israel akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah, bahkan di tengah berlangsungnya dialog damai dengan Lebanon. Pernyataan ini muncul di saat tekanan global untuk gencatan senjata antara kedua negara semakin menguat. Netanyahu juga mengumumkan ambisi Tel Aviv untuk segera menaklukkan Bint Jbeil, yang disebutnya sebagai benteng milisi Hizbullah di Lebanon selatan.
Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis pada Kamis (16/4/2026) dan dilansir oleh Reuters, Netanyahu mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan pasukannya untuk terus memperkuat zona keamanan di Lebanon selatan. Ironisnya, instruksi ini diberikan bersamaan dengan upaya negosiasi kesepakatan damai dengan Beirut. "Negosiasi ini belum pernah terjadi selama lebih dari 40 tahun. Negosiasi ini terjadi sekarang karena kita sangat kuat, dan negara-negara datang kepada kita โ tidak hanya Lebanon," ujar Netanyahu. Ia menambahkan bahwa dalam pembicaraan dengan Lebanon, Israel memiliki dua tujuan utama: pembubaran total Hizbullah dan pencapaian perdamaian berkelanjutan yang "dicapai melalui kekuatan."

Konflik antara Israel dan Hizbullah, yang diketahui didukung oleh Iran, kembali memanas setelah serangan gabungan skala besar oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari lalu. Insiden tersebut memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Netanyahu menegaskan bahwa fokus utama militer Israel saat ini adalah area Bint Jbeil, yang secara strategis disebutnya sebagai "ibu kota" wilayah Hizbullah di Lebanon selatan. "Pada intinya, kita akan melenyapkan benteng kuat Hizbullah," tegasnya, menunjukkan tekad bulat Israel.
Terkait situasi dengan Iran, Netanyahu mengungkapkan bahwa Amerika Serikat terus memberikan informasi terbaru kepada Israel. Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki tujuan yang selaras, yakni memastikan material nuklir yang diperkaya dikeluarkan dari wilayah Iran, menghapus kemampuan pengayaan uranium Teheran, dan menjamin pembukaan Selat Hormuz. "Terlalu dini untuk mengatakan bagaimana masalah ini akan berakhir, atau bahkan bagaimana perkembangannya," ucap Netanyahu. Namun, ia menambahkan dengan tegas bahwa jika pertempuran melawan Iran berlanjut, "Kami siap untuk skenario apa pun."

