Internationalmedia.co.id – News – Gelombang serangan rudal dan drone masif dari Rusia telah menyelimuti Ukraina dalam 24 jam terakhir, menewaskan sedikitnya 14 warga sipil dan memicu kerusakan luas di berbagai kota. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Moskow mengerahkan total 703 unit serangan udara, terdiri dari drone dan rudal, dalam eskalasi terbaru konflik ini.
Data dari Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan bahwa serangan semalam melibatkan 659 drone dan 44 rudal. Meskipun demikian, sistem pertahanan udara Ukraina menunjukkan efektivitasnya dengan berhasil mencegat 636 drone dan 31 rudal, mencegah dampak yang lebih fatal.

Eskalasi ini terjadi sesaat setelah berakhirnya gencatan senjata Paskah Ortodoks selama 32 jam, yang sebelumnya diwarnai saling tuding pelanggaran dari kedua belah pihak. Serangan berskala besar ini bukan kali pertama; sejak konflik pecah empat tahun lalu, Rusia secara konsisten melancarkan gempuran drone hampir setiap malam. Sebagai respons, Kyiv juga kerap melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia, yang ironisnya, juga menelan korban sipil. Dua anak dilaporkan tewas di Rusia akibat serangan udara Ukraina semalam.
Dampak serangan di Ukraina sangat parah. Di kota pelabuhan Odesa, Wali Kota Sergiy Lysak mengonfirmasi tujuh korban jiwa akibat hantaman rudal dan drone yang mematikan.
Ibu kota Kyiv juga tidak luput dari amukan, dengan Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan empat korban tewas, salah satunya seorang bocah berusia 12 tahun. Ledakan-ledakan dahsyat di berbagai distrik Kyiv memicu kebakaran pada bangunan dan kendaraan yang terparkir. Layanan Darurat Negara Ukraina, melalui unggahan di Telegram, merinci kerusakan parah, termasuk jendela bangunan yang hancur dan fasad sejumlah hotel yang rusak.
Klitschko juga menyoroti upaya heroik tim penyelamat yang berhasil mengevakuasi seorang anak dari reruntuhan sebuah blok apartemen 18 lantai di distrik Podilsky yang ambruk total. Selain korban jiwa, setidaknya 45 orang, termasuk paramedis, dilaporkan terluka dalam serangkaian insiden di Kyiv.
Di wilayah Dnipropetrovsk, Kepala Administrasi Regional Oleksandr Ganzha mengumumkan tiga korban tewas tambahan akibat serangan serupa.
Sementara itu, di sisi lain perbatasan, Gubernur Krasnodar Krai, Veniamin Kondratyev, melaporkan insiden tragis di Tuapse, di mana dua anak berusia 5 dan 14 tahun tewas akibat serangan drone Ukraina. Kondratyev mengecam serangan tersebut sebagai "serangan drone teroris" yang menargetkan bangunan permukiman.

