Serangan militer Israel di pinggiran Beirut, Lebanon, menjelang Idul Adha mengejutkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan yang ditujukan ke lokasi yang disebut sebagai fasilitas produksi drone Hizbullah ini telah memicu kecaman keras dari Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Aksi militer Israel ini terjadi setelah peringatan pengungsian disampaikan kepada warga di empat kawasan Dahiyeh, yang dikenal sebagai basis Hizbullah.
Ribuan warga terpaksa mengungsi, mengakibatkan kemacetan parah di wilayah yang masih terdampak konflik antara Israel dan Hizbullah yang berakhir gencatan senjata pada November lalu. Kantor Koordinator PBB untuk Lebanon menyatakan serangan tersebut menimbulkan kepanikan dan ketakutan di tengah perayaan Idul Adha.

Presiden Aoun mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian internasional, khususnya dilakukan menjelang hari raya suci. Ia menilai tindakan Israel ini sebagai bukti penolakan terhadap upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Meskipun kedua belah pihak, Hizbullah dan Israel, saling menuduh pelanggaran gencatan senjata, serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik. Perlu diingat, perang sebelumnya telah menimbulkan kerugian besar bagi Hizbullah, termasuk jatuhnya ribuan pejuang dan pemimpin seniornya. Serangan terpisah juga dilaporkan terjadi di desa lain di Lebanon Selatan setelah peringatan pengungsian disampaikan oleh militer Israel. Situasi ini terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
