Internationalmedia.co.id melaporkan kecaman keras Amerika Serikat atas serangan drone terhadap ladang minyak di Irak. Serangan yang terjadi beberapa kali dalam sepekan terakhir ini menyasar infrastruktur vital di wilayah Kurdistan Irak. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, menekankan bahwa serangan ini membidik perusahaan-perusahaan internasional yang berinvestasi di masa depan Irak. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan laporan dari Al Arabiya dan Reuters.
Serangan terbaru, yang terjadi Rabu dini hari waktu setempat, menghantam tiga ladang minyak sekaligus. Ini menambah daftar panjang serangan serupa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, dengan total lima ladang minyak di Kurdistan menjadi sasaran. Sebelumnya, serangan drone memaksa perusahaan AS, HKN Energy, menghentikan operasi di ladang minyak Sarsang. Sehari sebelum insiden tersebut, sebuah drone berhasil ditembak jatuh dekat bandara Arbil, sementara dua drone lain menghantam ladang minyak Khurmala, menyebabkan kerusakan.

Irak, yang telah lama dilanda konflik, kembali menjadi arena pertempuran bayangan. Meskipun belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, serangan-serangan ini menimbulkan spekulasi tentang perebutan pengaruh regional antara Iran dan Amerika Serikat, serta sekutunya, Israel. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan investasi asing di Irak dan stabilitas kawasan yang rawan konflik. Investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengungkap dalang di balik serangan-serangan misterius ini dan mencegah terulangnya insiden serupa.
