Arab Saudi menyatakan keprihatinan mendalam menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklir Iran. Internationalmedia.co.id melaporkan, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi yang diunggah di media sosial Minggu (22/6/2025) menekankan perlunya menahan diri dan meredakan ketegangan guna mencegah eskalasi konflik. Saudi mendesak komunitas internasional untuk mengupayakan solusi politik atas krisis ini.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa upaya menahan diri dan meredakan ketegangan sangat penting untuk menghindari situasi yang lebih buruk. Saudi juga menyerukan peningkatan upaya diplomasi untuk mencapai penyelesaian damai. Menariknya, otoritas Saudi memastikan hingga saat ini belum terdeteksi dampak radioaktif di wilayah Teluk akibat serangan tersebut. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Garda Nasional Kuwait yang menyatakan tingkat radiasi di wilayah udara dan perairan negara tersebut tetap stabil.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam pidato singkatnya mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut jika Iran tidak mau berdamai. Trump menyatakan masih ada banyak target yang akan diserang dengan presisi tinggi jika perdamaian tidak tercapai. Pernyataan keras Trump ini tentu saja menambah kekhawatiran internasional atas potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Situasi ini menjadi sorotan dunia dan memantik spekulasi mengenai langkah selanjutnya dari berbagai pihak.
