Dua warga Yahudi menjadi korban penikaman di Golders Green, London Utara, pada Rabu waktu setempat. Insiden yang mengguncang komunitas Yahudi besar di wilayah tersebut segera memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Israel. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Tel Aviv menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengambil tindakan tegas menyusul serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui platform X menyatakan kekecewaan mendalam. "Setelah serangan terhadap sinagoge, lembaga Yahudi, ambulans komunitas, dan kini orang Yahudi menjadi sasaran di Golders Green, pemerintah Inggris tidak bisa lagi mengklaim bahwa ini terkendali," tulis kementerian tersebut. Mereka menambahkan, "Pernyataan Perdana Menteri Keir Starmer bukanlah pengganti untuk menghadapi akar antisemitisme yang merajalela di seluruh Inggris Raya. Cukup kata-kata, Inggris harus bertindak tegas dan mendesak."

Presiden Israel, Isaac Herzog, juga menyuarakan keterkejutannya atas serangan di London. Dalam unggahannya di X, Herzog menyoroti betapa berbahayanya kini bagi seorang Yahudi untuk berjalan di jalanan secara terbuka di salah satu ibu kota besar Barat. "Sudah saatnya dunia bangun dan melawan gelombang kebencian terhadap Yahudi yang kejam ini dengan segala cara yang mungkin," tegasnya, menyerukan perlawanan kolektif terhadap antisemitisme.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak ketinggalan angkat bicara. Melalui kantornya, Netanyahu menyerukan pemerintah Inggris untuk segera mengadili para pelaku serangan tersebut. "Kata-kata saja tidak cukup untuk menghadapi momok ini," demikian pernyataan dari kantor PM Israel. "Kami menuntut dan mengharapkan tindakan dari pemerintah Inggris untuk melindungi orang-orang Yahudi di Inggris dan membawa para anti-Semit ke pengadilan."
Insiden penikaman ini menambah panjang daftar kekhawatiran global terhadap peningkatan sentimen anti-Yahudi, dan desakan dari Israel menunjukkan urgensi bagi pemerintah Inggris untuk mengambil langkah konkret dalam menjamin keamanan komunitas Yahudi di negaranya.
