Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang India timur baru-baru ini ketika seorang pria berusia 52 tahun, Jitu Munda, nekat membawa sisa kerangka adiknya ke sebuah bank di negara bagian Odisha. Aksi ekstrem ini dilakukan Munda sebagai upaya terakhir untuk membuktikan kematian adiknya setelah berulang kali gagal menarik dana dari rekening tabungan mendiang.
Video yang merekam Munda membawa kerangka tersebut di distrik Keonjhar dengan cepat menjadi viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan publik dan kritik terhadap birokrasi perbankan. Munda mengungkapkan frustrasinya yang mendalam, menjelaskan bahwa pihak bank terus-menerus meminta bukti resmi kematian adiknya, sebuah dokumen yang tidak ia miliki.

Polisi setempat mengonfirmasi bahwa Munda menggali kembali sisa-sisa jenazah adiknya untuk dibawa ke bank. Namun, pihak bank membantah keras telah meminta bukti kematian dalam bentuk kerangka. Mereka menegaskan hanya meminta dokumen-dokumen sah yang diwajibkan secara hukum untuk proses penarikan dana warisan. Pihak bank juga menambahkan bahwa insiden ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman Munda mengenai prosedur yang berlaku, dan menyatakan bahwa uang di rekening adik Munda sebenarnya sudah diserahkan kepada ahli waris yang sah.
Kasus yang terjadi pada Senin pekan lalu ini segera menarik perhatian publik secara nasional, dengan banyak pihak mengarahkan kritik tajam kepada otoritas lokal dan institusi perbankan yang dianggap gagal memberikan bantuan memadai kepada Munda.
Menanggapi kegaduhan ini, Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, menyatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam penyelidikan serius. Pujari berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap manajer cabang bank terkait jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur. Administrasi distrik Keonjhar juga menyampaikan "keprihatinan mendalam" dan menekankan komitmen mereka untuk melindungi hak serta martabat setiap warga masyarakat. Insiden ini menyoroti pentingnya sosialisasi prosedur hukum dan perbankan kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil.
