Di tengah duka pascabencana yang melanda wilayah Kayu Pasak, Sumatera Barat, secercah harapan dan tawa kembali hadir. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, personel gabungan dari Resimen II Pasukan Pelopor Polri bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat secara proaktif menggelar program trauma healing. Fokus utama kegiatan ini adalah memulihkan kondisi psikologis masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, yang kerap menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak trauma bencana. Program kemanusiaan ini berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026.
Berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif dirancang khusus untuk mengikis bayang-bayang trauma dan menumbuhkan kembali semangat hidup. Anak-anak yang sebelumnya mungkin terpaku dalam kesedihan, kini terlihat antusias mengikuti serangkaian permainan menantang seperti flying fox dan slackline. Permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana efektif untuk membangun keberanian, memupuk kebersamaan, serta mengembalikan keceriaan yang sempat hilang dari wajah-wajah mungil mereka.

Pemandangan mengharukan terlihat ketika anak-anak, dengan senyum lebar, berbaris rapi mengikuti yel-yel Brimob. Suara riang mereka menggema, "Brigade, brigade, brigade, luar biasa," seolah menjadi afirmasi bahwa semangat mereka telah kembali bangkit. Setiap aktivitas yang dijalankan berhasil menciptakan suasana yang penuh kegembiraan, membuat anak-anak melupakan sejenak beban berat yang mereka alami.
Program trauma healing ini menegaskan komitmen Polri dalam mengimplementasikan pendekatan humanis, khususnya dalam fase penanganan pascabencana. Lebih dari sekadar bantuan fisik, upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk memulihkan kesehatan mental warga. Diharapkan, melalui kegiatan semacam ini, proses pemulihan psikologis masyarakat dapat dipercepat, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan kepercayaan antara institusi Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

