Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, 31 Juli 2026 – Iptu Motalip Litiloly, seorang perwira polisi yang bertugas sebagai Kasat Samapta Polres Nduga, Papua, baru-baru ini menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Dalam pidato syukurnya di Jakarta, Iptu Motalip menyampaikan harapan besar agar semangat keteladanan Jenderal Hoegeng Iman Santoso, mantan Kapolri yang dikenal berintegritas tinggi, senantiasa hidup dan menginspirasi setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Iptu Motalip, yang akrab disapa Talip, menitipkan pesan mendalam kepada generasi Polri mendatang. "Saya minta ke depan mungkin ada generasi Polri, kami titip pesan semoga tetap semangat dan marilah kita ikuti jejak mantan Kapolri Jenderal Bapak Hoegeng, semoga semua termotivasi untuk seperti kami yang saat ini," ujarnya usai menerima penghargaan. Ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Papua, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2026, seluruh rekan di Polres Nduga, serta masyarakat Nduga yang telah memberikan dukungan dan doa.

Kisah Inspiratif dari Pedalaman Nduga
Dalam kesempatan tersebut, Iptu Talip membagikan pengalaman uniknya dalam merebut simpati dan kepercayaan masyarakat Nduga. Ia mengisahkan, pada awal penugasannya, masyarakat Nduga menunjukkan rasa gentar yang mendalam terhadap kehadiran aparat kepolisian, terutama karena seragam dan senjata yang mereka kenakan. "Awalnya saya cerita bahwa waktu saya turun pertama masyarakat Nduga paling takut sama teman-teman dari Polri, karena mereka berseragam punya senjata, mereka sangat takut," kenangnya.
Namun, melalui pendekatan negosiasi yang sabar dan persuasif, Iptu Talip bersama timnya secara bertahap berhasil membangun jembatan komunikasi dan kepercayaan. Sejak tahun 2013 hingga 2018, perannya menjadi figur sentral dalam upaya perdamaian. Ia dan rekan-rekannya di Polres Nduga aktif meredam dan mendamaikan berbagai gejolak konflik, baik konflik bersenjata maupun perang saudara yang kerap melanda wilayah tersebut. "Masyarakat melihat saya sebagai tokoh pendamaian karena setiap kegiatan konflik, baik konflik bersenjata maupun konflik perang saudara yang bertubi-tubi, mulai dari 2013 sampai dengan terakhir 2018 itu kami reda," tegasnya.
Mengenal Hoegeng Awards 2026
Hoegeng Awards merupakan inisiatif kolaboratif antara internationalmedia.co.id dengan Polri, yang bertujuan untuk mengapresiasi para personel Polri yang menunjukkan keteladanan luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Pada tahun 2026, penghargaan ini diberikan dalam lima kategori: Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Proses seleksi Hoegeng Awards 2026 diawali dengan penjaringan ribuan nominasi polisi teladan yang diusulkan langsung oleh masyarakat sejak Januari hingga April 2026. Setelah melalui tahap verifikasi dan seleksi awal yang ketat oleh tim panitia, nama-nama yang lolos kemudian diserahkan kepada Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 yang beranggotakan figur-figur kredibel seperti Dr. Mas Achmad Santosa, Gufron Mabruri, Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, dan Dr. Habiburokhman. Proses ini juga melibatkan uji publik untuk mengumpulkan masukan dan tanggapan dari publik sebelum penetapan pemenang akhir.
Selain Iptu Motalip Litiloly, Hoegeng Awards 2026 juga menganugerahkan penghargaan kepada Kombes Eko Budhi Purwono (Polisi Berdedikasi), Brigadir Renita Rismayanti (Polisi Inovatif), Kombes Norul Hidayat (Polisi Berintegritas), dan AKP Siti Elminawati (Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan). Kisah Iptu Motalip menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dan integritas ala Jenderal Hoegeng masih terus hidup di tubuh Polri, membawa perdamaian di pelosok negeri.
