Kabupaten Tangerang diterjang rentetan peristiwa kebakaran yang mengkhawatirkan. Internationalmedia.co.id – News mencatat, setidaknya sepuluh titik api berkobar dalam kurun waktu satu hari pada Kamis, 23 Juli 2026, didominasi oleh pembakaran sampah dan lahan ilalang terbuka. Insiden ini tersebar di berbagai wilayah, memicu respons cepat dari otoritas setempat.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melalui akun Instagram resminya, @bpbd.kabtangerang, mengonfirmasi insiden ini. Mereka menyebutkan bahwa sejak pagi hari hingga pukul 16.00 WIB, total sepuluh peristiwa kebakaran telah tercatat di berbagai lokasi, menandai hari yang sibuk bagi tim penanggulangan bencana.

Situasi ini memaksa hampir seluruh personel pemadam kebakaran di Kabupaten Tangerang untuk turun tangan. Laporan BPBD menunjukkan bahwa nyaris tidak ada petugas damkar yang tetap berada di pos wilayah masing-masing; mereka saling bahu-membahu dan bergerak cepat membantu penanganan di pos lain yang membutuhkan. Dedikasi para petugas sangat vital dalam mengendalikan meluasnya api yang sebagian besar melanda lahan terbuka dan tumpukan sampah.
Rentetan kebakaran ini menyebar di berbagai penjuru Kabupaten Tangerang. Beberapa lokasi yang terdampak meliputi:
- Kebakaran sampah di Sentra Kosambi, Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi.
- Kebakaran sampah di Simpang Bitung, Curug Wetan, Kecamatan Curug.
- Kebakaran sampah di Jalan Gili Miring, Desa Kampung Rahayu, Teluknaga.
- Kebakaran lahan di Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya.
- Kebakaran lahan di Jalan Kampung Bugel, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.
- Kebakaran lahan di Kampung Munjul, Desa Cileles, Tigaraksa.
- Kebakaran lahan di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear.
- Kebakaran lahan di gudang Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa.
- Kebakaran lahan di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo.
Dominasi kebakaran sampah dan lahan terbuka ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat, mengingat potensi dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan, serta risiko penyebaran api ke area permukiman jika tidak segera ditangani.
