Australia pernah dilanda salah satu bencana paling mengerikan dalam sejarahnya, sebuah tragedi kebakaran hutan yang dijuluki "Black Saturday". Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa kelam ini, yang terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2009, mengubah lanskap Negara Bagian Victoria menjadi lautan api yang tak terkendali.
Jauh sebelum kobaran api melahap segalanya, Victoria sudah berada dalam cengkeraman gelombang panas ekstrem. Selama tiga hari berturut-turut, suhu di Melbourne melonjak di atas 43 derajat Celsius, memperparah kondisi kekeringan jangka panjang yang telah melanda wilayah tersebut.

Puncaknya, pada tanggal 7 Februari yang naas itu, termometer menunjukkan angka mengerikan 46 derajat Celsius. Di tengah terpaan angin kencang yang berembus lebih dari 100 km/jam, jaringan listrik di Kilmore East ambruk, memicu percikan api yang menjadi awal mula malapetaka. Dari titik inilah, api segera menjalar buas dari Hutan Negara Murrindindi dan Black Range, merayap cepat melintasi Taman Nasional Kinglake, dan menerjang permukiman di Strathewen, Kinglake, Flowerdale, serta area sekitarnya.
Kobaran api dari Kilmore East dan Murrindindi kemudian menyatu, menciptakan apa yang dikenal sebagai Kinglake Fire Complex, sebuah zona neraka masif dengan lidah api yang menjulang hingga 30 meter. Hampir 400 titik kebakaran terpisah berkobar di seluruh Victoria, diperparah oleh embusan angin badai yang tak henti-hentinya, membuat api membesar dengan kecepatan yang tak terbayangkan.
Tragedi ini tercatat sebagai salah satu kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah dunia. Sebanyak 173 nyawa melayang, dengan 120 korban jiwa terkonsentrasi di wilayah Kinglake saja, sementara 414 orang lainnya menderita luka-luka, menjadi saksi bisu keganasan api.
Kerugian material pun tak kalah dahsyat. Lebih dari 3.500 bangunan, termasuk 2.000 lebih rumah warga, ludes dilalap api. Total lebih dari 450 ribu hektare lahan hangus, meninggalkan jejak kehancuran yang meluas dan berdampak langsung pada lebih dari 78 komunitas di Victoria yang kini porak-poranda.
Dampak yang luar biasa inilah yang kemudian mengukuhkan julukan "Black Saturday" atau Sabtu Hitam bagi tragedi 7 Februari 2009. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memicu pembentukan Komisi Kerajaan (Royal Commission) yang menghasilkan 67 rekomendasi krusial. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk merombak total kebijakan penanganan kebakaran hutan dan meningkatkan efektivitas kerja otoritas pemadam kebakaran di Australia, demi mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
