Internationalmedia.co.id – Perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Serangan Rusia semakin intensif, menyasar wilayah-wilayah strategis dan menyebabkan dampak yang meluas hingga ke negara-negara tetangga.
Rudal-rudal Rusia kembali menghantam Lviv, kota di Ukraina barat. Wali Kota Andriy Sadovyi melaporkan bahwa sistem pertahanan udara bekerja keras menangkis serangan tersebut. Saksi mata Reuters mendengar suara dentuman keras yang diduga berasal dari sistem pertahanan udara yang beroperasi dari berbagai arah.

Kepala wilayah Ukraina tenggara, Ivan Fedorov, membagikan foto-foto yang menunjukkan kerusakan parah pada sebuah gedung bertingkat dan mobil yang terbakar akibat serangan tersebut. Peringatan udara nasional diberlakukan di seluruh Ukraina pada pukul 04.09 (01.09 GMT).
Serangan yang semakin dekat ke perbatasan membuat Polandia meningkatkan kesiagaan. Angkatan bersenjata Polandia memobilisasi pesawat dan menempatkan pertahanan darat dalam status siaga tinggi untuk mengamankan wilayah udaranya, terutama di dekat Ukraina. "Pesawat Polandia dan sekutu beroperasi di wilayah udara kami, sementara sistem pertahanan udara berbasis darat dan pengintaian radar telah disiagakan dalam kondisi siaga tertinggi," demikian pernyataan komando operasional Polandia melalui X.
Bandara Vilnius di Lituania sempat ditutup akibat laporan potensi balon udara. Sementara itu, penerbangan komersial terpantau menggunakan rute alternatif yang biasanya digunakan saat bandara Lublin dan Rzeszow di Polandia, dekat perbatasan Ukraina, ditutup. Eurocontrol memperingatkan penundaan penerbangan di wilayah udara Polandia akibat "situasi Ukraina".
Serangan Rusia menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Lima orang dilaporkan tewas di wilayah Zaporizhzhia dan Lviv. Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, mengatakan serangan rudal dan drone Rusia menargetkan wilayah Lviv, Zaporizhzhia, Chernigiv, Vinnytsia, Ivano-Frankivsk, Kherson, Kharkiv, dan Odesa.
Akibat serangan tersebut, puluhan ribu orang mengalami pemadaman listrik. Wali kota Lviv melaporkan sebagian kota tidak memiliki pasokan listrik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak adanya perjanjian pertahanan terkait perang tersebut, mengingat Rusia meluncurkan 50 rudal dan sekitar 500 drone ke negaranya.
Transportasi umum di Lviv dan Ivano-Frankivsk mengalami gangguan akibat serangan tersebut. Moskow juga melancarkan serangan terhadap infrastruktur gas Ukraina, dan serangan pada hari Sabtu memutus aliran listrik ke sekitar 50.000 rumah tangga di wilayah Chernigiv utara.

