Internationalmedia.co.id melaporkan insiden mengerikan di Jalur Gaza. Serangan militer Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk lima jurnalis dari kantor berita ternama seperti Reuters, Associated Press, dan Al Jazeera. Insiden ini terjadi Senin (25/8), ketika drone peledak Israel menghantam gedung rumah sakit, disusul serangan udara saat evakuasi korban luka.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai kejahatan yang menargetkan tenaga medis, pekerja kemanusiaan, dan awak media. Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk mengakhiri tindakan Israel dan memastikan perlindungan bagi pekerja medis dan kemanusiaan.

Serangan terhadap RS Nasser merupakan salah satu dari rangkaian serangan Israel terhadap fasilitas medis di Gaza sejak perang dimulai Oktober 2023. Israel mengklaim militan Hamas beroperasi dari fasilitas medis, namun tak memberikan bukti. Rumah sakit tersebut telah bertahan dari serangan selama 22 bulan terakhir, menghadapi kekurangan pasokan dan staf yang kritis.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penyesalan atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai "kecelakaan tragis". Netanyahu menegaskan bahwa perang Israel di Gaza bertujuan melawan Hamas dan membebaskan sandera. Pernyataan ini tentu saja menimbulkan kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak internasional. Investigasi independen atas insiden ini sangat dibutuhkan untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut.

