Internationalmedia.co.id melaporkan, Iran baru saja menggunakan rudal balistik jarak menengah, Sejjil-2, dalam serangan balasan ke Israel. Penggunaan rudal ini, yang dijuluki ‘Senjata Burung Ababil’, menandai pertama kalinya Iran mengerahkannya dalam konflik bersenjata. Serangan tersebut merupakan bagian dari ‘Operasi Janji Sejati 3’, menurut laporan IranWire yang dikutip The Economic Times.
IRGC mengklaim telah menghantam beberapa target strategis di Israel, termasuk kantor Mossad, pangkalan udara, dan pusat intelijen. Meskipun tingkat kerusakan masih diverifikasi, akun X Daily Iran Military melaporkan gelombang kedua belas operasi ini melibatkan peluncuran rudal Sejjil ke "wilayah pendudukan Palestina".

Rudal Sejjil, menurut CSIS Missile Defense Project, merupakan rudal balistik jarak menengah (MRBM) buatan dalam negeri Iran yang menggunakan bahan bakar padat. Keunggulannya terletak pada kecepatan pengerahan dan kesulitan deteksi, berbeda dengan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab-3. Sistem dua tahap dan pengembangannya yang independen dari teknologi asing memperkuat kemampuan pertahanan Iran. Uji coba pertama dilakukan pada November 2008, diikuti pengembangan Sejjil-2, dan kabarnya Iran sedang mengembangkan Sejjil-3 dengan jangkauan hingga 4.000 km.
Nama "Sejjil" sendiri berasal dari bahasa Arab dalam Al-Qur’an, merujuk pada batu yang digunakan burung Ababil untuk menghancurkan pasukan gajah. Uji coba Sejjil telah dilakukan beberapa kali, dengan jangkauan terjauh mencapai 1.900 km ke arah Samudra Hindia. Kemunculan kembali rudal ini dalam latihan militer "Nabi Azam 15" pada Januari 2021 menandakan kesiapannya untuk digunakan dalam situasi nyata.
Kemampuan peluncuran dari kendaraan mobile memberikan Iran fleksibilitas dan daya tahan yang lebih tinggi terhadap serangan mendadak. Spesifikasi teknis Sejjil, menurut CSIS Missile Defense Project, menunjukkan kemampuan yang signifikan dalam persenjataan Iran. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan baru tentang eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap keamanan regional.
