Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Rombak Deplu AS: Era Baru Diplomasi Trump?
Trending Indonesia

Rombak Deplu AS: Era Baru Diplomasi Trump?

GunawatiBy Gunawati23-04-2025 - 12.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rombak Deplu AS: Era Baru Diplomasi Trump?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan perombakan besar-besaran di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Menlu AS, Marco Rubio, menyebut Deplu AS terlalu "gemuk" dan tak efektif. Restrukturisasi yang diumumkan Selasa (22/4/2025) ini akan memangkas posisi dan mengurangi divisi, termasuk kantor demokrasi dan HAM.

Rubio menyebut langkah ini sebagai perombakan besar-besaran, meski tak sedrastis beberapa rencana kebijakan yang beredar sebelumnya. Ia menilai Departemen Luar Negeri yang ada terlalu birokratis dan tak mampu menjalankan misi diplomatik di era persaingan kekuatan besar, khususnya dengan China. Ia bahkan menyindir kecenderungan Departemen tersebut lebih condong pada ideologi politik radikal ketimbang kepentingan nasional AS.

Rombak Deplu AS: Era Baru Diplomasi Trump?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu perubahan signifikan adalah penghapusan divisi yang bertanggung jawab atas keamanan sipil, demokrasi, dan HAM. Divisi ini akan digantikan oleh kantor baru yang mengurusi koordinasi bantuan luar negeri dan urusan kemanusiaan, menyerap fungsi USAID yang telah dipangkas sebelumnya. Kantor baru ini akan mengawasi biro "demokrasi, HAM, dan kebebasan beragama", menggantikan biro lama yang juga mencakup advokasi hak pekerja.

Yang mengejutkan, Kantor Operasi Konflik dan Stabilisasi juga ditutup. Begitu pula Kantor Keadilan Pidana Global yang bertugas mendokumentasikan kejahatan perang, termasuk yang dilakukan Rusia di Ukraina. Juru bicara Deplu AS, Tammy Bruce, menyatakan fungsi kantor-kantor tersebut akan tetap ada, namun diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien. Perombakan ini menimbulkan pertanyaan besar: akankah perubahan ini membawa Deplu AS menuju era baru yang lebih efektif, atau justru mengorbankan nilai-nilai demokrasi dan HAM?

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Sorotan Utama Negosiasi Iran dan Video Kontroversial

07-02-2026 - 21.00

Iran Bongkar Doktrin Rahasia Israel

07-02-2026 - 18.30

Terbongkar Uji Nuklir Rahasia China

07-02-2026 - 18.15

Mantan Dubes Inggris Terseret Skandal Epstein Kediamannya Digeledah

07-02-2026 - 18.00

Video Rasis Obama di Akun Trump Bikin Geger

07-02-2026 - 16.45

Api Misterius Landa Barak Militer Iran

07-02-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.