Berita mengejutkan datang dari Internationalmedia.co.id. Laporan terbaru menyebutkan pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan rencana kontroversial pascaperang di Jalur Gaza. Rencana tersebut, menurut laporan The Washington Post, mencakup relokasi seluruh penduduk Gaza dan pengambilalihan kendali wilayah tersebut oleh Amerika Serikat selama minimal 10 tahun. Informasi ini dikutip dari laporan AFP dan Al Arabiya pada Senin (1/9/2025). Jalur Gaza, yang hancur akibat perang sejak Oktober 2023, akan diubah menjadi wilayah perwalian AS.
Selain rencana kontroversial tersebut, sejumlah berita internasional lain juga menarik perhatian. Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, bersumpah akan meningkatkan serangan terhadap Israel setelah Perdana Menteri Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi tewas dalam serangan Israel di Sanaa. Serangan tersebut, menurut militer Israel, menargetkan pejabat senior Houthi.

Di sisi lain, Israel mengancam akan mencaplok Tepi Barat sebagai respons atas kemungkinan pengakuan resmi negara Palestina oleh Prancis dan beberapa negara Barat lainnya. Tiga pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan pertimbangan tersebut kepada Reuters dan Al Arabiya. Langkah ini dibahas lebih lanjut pada Minggu (31/8/2025).
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin membela invasi negaranya ke Ukraina di pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China. Putin menyalahkan Barat atas konflik yang telah berlangsung selama 3,5 tahun tersebut. Ia mengklaim krisis ini dipicu oleh kudeta di Ukraina yang didukung Barat.
Situasi semakin memanas dengan penahanan 11 staf PBB oleh kelompok Houthi menyusul serangan Israel yang menewaskan Perdana Menteri mereka. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat para pekerja PBB tersebut. Laporan ini dilansir AFP pada Senin (1/9/2025).
