Jakarta – Sebuah insiden pelemparan bom molotov yang nyaris merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya di Koja, Jakarta Utara, kini menjadi sorotan publik. Pelaku utama, yang diketahui berinisial M, sedang diburu aparat kepolisian setelah melarikan diri dari rumahnya. Internationalmedia.co.id – News merangkum, peristiwa dramatis ini terjadi pada Senin, 22 Juni, sekitar pukul 09.00 WIB, di Jalan Mandiri II.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, tampak jelas bom molotov dilemparkan ke arah sebuah rumah. Namun, ledakan terjadi tepat saat seorang ibu yang membonceng anaknya melintas. Ibu tersebut, dalam upaya menghindari kobaran api, kehilangan kendali dan menabrak dinding rumah warga hingga terjatuh. Beruntung, keduanya tidak mengalami luka bakar, hanya syok akibat insiden tersebut.

Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menjelaskan bahwa penyelidikan mengarah pada empat pelaku, dengan M sebagai pelempar utama. Motif di balik aksi nekat ini adalah kecemburuan M terhadap mantan istrinya, R, yang kini menjalin hubungan dengan U. Ironisnya, M sendiri juga telah memiliki kekasih baru. Target sesungguhnya dari pelemparan molotov ini adalah K, paman dari U, yang saat kejadian sedang memegang ponsel di depan rumahnya, terekam dalam CCTV.
Kompol Andry menambahkan, dalam rekaman CCTV, K yang menjadi target terlihat mengenakan kaus biru dan berhasil menghindar saat molotov meledak di dekatnya. K bersama beberapa warga lainnya sempat berupaya mengejar pelaku. "Pelaku ini datang ke rumah K lagi, dari jauh sudah teriak-teriakan si pelaku atau M. Bom molotov (dilempar) ke K, tapi nggak kena kan. Jatuh ke jalan, nah si ibunya lewat, yang naik motor. Jadi si ibu ini nggak kenal pelaku, nggak kenal semua. Si pelaku ingin ngelempar si K, cuma nggak kena, nah si ibu ini lewat gitu," jelas Andry, mengutip dari laporan internationalmedia.co.id. Ledakan molotov itu nyaris membakar motor yang dikendarai ibu dan anak tersebut.
Setelah insiden pelemparan molotov, aparat kepolisian segera mendatangi kediaman M di Koja. Namun, pelaku utama tersebut telah melarikan diri. "Rumah pelaku dan tempat-tempat lain sudah (didatangi). Masih nihil dan masih ngembang ke beberapa tempat lain," ungkap Kompol Andry. Ia menegaskan bahwa identitas seluruh pelaku telah dikantongi, dan tim penyidik saat ini masih gencar melakukan pengejaran. Meskipun hanya satu orang yang melemparkan molotov, M diketahui datang bersama tiga rekannya, sehingga total empat orang kini menjadi target buruan polisi.
