Pidato mengejutkan Donald Trump di Sidang Umum PBB ke-80 menghebohkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, mantan Presiden Amerika Serikat itu dengan lantang menyatakan negaranya telah mencapai "zaman keemasan" atau "golden age of America". Klaim ini disampaikan di hadapan para pemimpin dunia, di tengah berbagai isu ekonomi dan politik global yang kompleks.
Trump memaparkan sejumlah pencapaian pemerintahannya sebagai bukti. Ia menyebut keberhasilan dalam mengendalikan inflasi, meskipun data terbaru menunjukkan sedikit peningkatan. Ia juga menunjuk pada kenaikan pasar saham sebagai indikator utama kemakmuran ekonomi AS. Pernyataan ini bertolak belakang dengan data resmi yang menunjukkan kenaikan harga bahan makanan sebesar 2,7% pada Agustus lalu, angka tercepat sejak akhir 2022.

Lebih jauh, Trump bahkan mengklaim perannya dalam menghentikan tujuh konflik bersenjata di dunia. Ia menyindir inefektivitas PBB dalam menciptakan perdamaian global, seraya menyatakan dirinya layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Trump bahkan sempat mengeluhkan kondisi infrastruktur PBB, menyinggung lift yang rusak dan teleprompter yang bermasalah. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kurangnya komitmen PBB dalam menyelesaikan masalah global.
Pernyataan Trump ini tentu saja memicu berbagai reaksi dan analisis. Apakah klaimnya tersebut didukung oleh fakta dan data yang objektif? Ataukah ini hanya strategi politik untuk meningkatkan popularitasnya? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat politik internasional.
