Berita mengejutkan datang dari Internationalmedia.co.id. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan pengiriman sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina. Pengumuman ini disampaikan Minggu (13/7) lalu, di tengah memanasnya hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. "Kami akan mengirimkan Patriot kepada mereka, yang sangat mereka butuhkan," tegas Trump tanpa merinci jumlahnya, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari kantor berita AFP, Senin (14/7/2025). Pernyataan ini terbilang kontroversial, mengingat dua minggu sebelumnya Washington menyatakan akan mengurangi beberapa pengiriman senjata ke Ukraina.
Bukan hanya itu, sejumlah peristiwa internasional lain juga menyita perhatian dunia. Latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Kepolisian Panama di sekitar Terusan Panama menimbulkan spekulasi sebagai pesan terselubung untuk China. Tiga helikopter militer AS, dua UH-60 Black Hawk dan satu CH-47 Chinook, telah tiba di Panama Minggu (13/7) lalu, menandai dimulainya latihan tersebut.

Tragedi juga terjadi di Jalur Gaza. Serangan rudal Israel menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina, mayoritas anak-anak, saat mereka mengambil air. Israel berdalih terjadi malfungsi sistem yang menyebabkan rudal meleset dari target, sebuah penjelasan yang diragukan banyak pihak.
Di benua Afrika, Presiden Kamerun Paul Biya, 92 tahun, mengumumkan pencalonannya untuk periode kedelapan sebagai presiden. Melalui media sosial X, Biya menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan berat yang dihadapi negaranya.
Sementara itu, bentrokan berdarah antara suku Bedouin dan petempur lokal di kota Sweida, Suriah, menewaskan sedikitnya 37 orang. Pemerintah Suriah telah mengerahkan pasukan untuk meredakan situasi yang menegangkan ini. Insiden ini merupakan yang terparah sejak bentrokan antara komunitas Druze dan pasukan keamanan pada April dan Mei lalu.