Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan rencana militer negaranya untuk memastikan Iran tak lagi menjadi ancaman. Pernyataan ini disampaikan setelah pertempuran udara sengit antara Israel dan Iran berakhir dengan gencatan senjata pada 24 Juni lalu. Katz, berbicara kepada para pejabat militer senior, menyebut operasi militer Israel, yang diberi nama Operation Rising Lion, sebagai titik balik sejarah dalam menghadapi ancaman Iran.
Operasi tersebut, menurut Katz, merupakan kemenangan strategis. Angkatan Bersenjata Israel (IDF) berhasil menggagalkan program nuklir dan produksi rudal Iran, dua ancaman utama bagi Israel. Katz menekankan perlunya IDF mempersiapkan diri secara intelijen dan operasional untuk mempertahankan keunggulan udara dan mencegah Iran membangun kembali kemampuan militernya.

Perang selama 12 hari antara kedua negara yang merupakan musuh bebuyutan itu terjadi pada bulan Juni. Israel menyerang fasilitas nuklir dan militer Iran, mengklaim serangan tersebut bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Iran sendiri selalu membantah upaya pengembangan senjata nuklir, menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mengakhiri pertempuran udara tersebut.
Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, juga memuji Operation Rising Lion sebagai momen penting dalam sejarah keamanan Israel. Ia menyebut operasi tersebut menunjukkan kekuatan IDF dan tekad rakyat Israel untuk mempertahankan diri. Namun, Zamir menambahkan bahwa meskipun operasi militer telah berakhir, kampanye untuk keamanan Israel masih berlanjut. Pernyataan ini merefleksikan konflik yang lebih luas sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.
