Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan mengenai situasi di Selat Hormuz. Menurut klaimnya, Iran sedang melakukan operasi pembersihan ranjau laut di jalur perairan vital tersebut, dan yang lebih menarik, hal itu dilakukan dengan bantuan dari AS. Pengumuman ini muncul setelah Iran menyatakan Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Melalui platform media sosial Truth Social miliknya, Trump menegaskan, "Iran, dengan bantuan AS, telah membersihkan, atau sedang membersihkan, semua ranjau laut!" Pernyataan ini, yang dikutip oleh AFP, juga menyambut baik langkah Iran yang mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz di tengah gencatan senjata di Lebanon. Namun, di sisi lain, Trump secara tegas menyatakan bahwa blokade yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan.

Dengan nada apresiasi, Trump menulis "TERIMA KASIH!" di Truth Social, menggarisbawahi bahwa Iran telah menyatakan jalur tersebut "SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA." Kendati demikian, hanya berselang beberapa menit, ia kembali mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan terus berlanjut. Kebijakan ini akan dicabut hanya jika kesepakatan penuh dengan Iran telah tercapai 100 persen.
Trump juga optimis bahwa proses ini "seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan," demikian ia sampaikan dengan gaya khasnya yang sering menggunakan huruf kapital. Pernyataan ini sejalan dengan klaim Trump pada hari Kamis sebelumnya yang menyebutkan kesepakatan damai dengan Iran "sangat dekat," meskipun perundingan yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance di Pakistan pada akhir pekan lalu dilaporkan belum mencapai terobosan apa pun.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat telah mengonfirmasi bahwa selat tersebut akan "sepenuhnya terbuka" selama gencatan senjata di Timur Tengah berlangsung. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur maritim krusial yang menopang sebagian besar perdagangan minyak dan komoditas global, menjadikannya titik fokus geopolitik yang sangat penting.

