Sumber Internationalmedia.co.id mengabarkan pernyataan mengejutkan dari Presiden AS Donald Trump terkait konflik Yaman. Trump mengklaim kelompok Houthi, yang didukung Iran, telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal kargo. Konsekuensinya, AS akan menghentikan aksi pengeboman di wilayah tersebut.
Informasi ini disampaikan Trump melalui AFP pada Rabu (7/5/2025). Ia menegaskan, "Houthi telah mengumumkan… bahwa mereka tidak ingin berperang lagi. Mereka hanya tidak ingin berperang. Dan kami akan menghormati itu, dan kami akan menghentikan pengeboman, dan mereka telah menyerah." Trump menambahkan bahwa informasi ini berasal dari "sumber yang sangat, sangat bagus."

Serangan Houthi yang dimulai akhir 2023, dipicu oleh solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza pasca serangan Hamas, telah mengganggu jalur pelayaran vital di Laut Merah dan Teluk Aden, bahkan mengancam Terusan Suez yang dilalui sekitar 12% lalu lintas pengiriman dunia.
Penyerangan AS terhadap Houthi sendiri dimulai awal 2024 di bawah Presiden Joe Biden, dan dilanjutkan pemerintahan Trump sejak 15 Maret. Pentagon melaporkan lebih dari 1.000 target telah dihantam dalam operasi yang diberi kode "Rough Rider". Kesepakatan damai ini, jika benar, menandai babak baru yang tak terduga dalam konflik Yaman yang berkepanjangan. Namun, detail lebih lanjut mengenai kesepakatan ini masih perlu dikonfirmasi secara independen.
