Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Internationalmedia.co.id melaporkan, Zelensky mendesak dunia untuk mendorong perubahan rezim di Rusia. Menurutnya, selama Vladimir Putin berkuasa, ancaman terhadap negara-negara tetangga Rusia akan terus ada.
Hal tersebut disampaikan Zelensky dalam pidato daring di sebuah konferensi di Finlandia, bertepatan dengan peringatan 50 tahun penandatanganan Undang-Undang Final Helsinki. Zelensky yakin Rusia bisa dipaksa mengakhiri perang yang telah mereka mulai. Namun, ia menegaskan, tanpa perubahan rezim di Moskow, ancaman destabilisasi terhadap negara-negara tetangga akan tetap ada, bahkan setelah perang berakhir.

Lebih jauh, Zelensky menyerukan agar aset-aset Rusia yang dibekukan segera disita dan digunakan untuk membiayai upaya pertahanan Ukraina. Ia menilai, pembekuan aset saja tidak cukup. Aset-aset tersebut, termasuk kekayaan hasil korupsi, harus disita dan dimanfaatkan untuk perdamaian, bukan untuk melanjutkan perang.
Zelensky sendiri diundang untuk hadir langsung ke konferensi di Helsinki, namun ia memilih untuk menyampaikan pidatonya secara daring. Sementara itu, Rusia telah menyatakan akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut, tetapi tanpa mengirimkan perwakilan tingkat tinggi. Undang-Undang Final Helsinki sendiri ditandatangani pada 1 Agustus 1975, menandai kesepakatan bersejarah antara blok Timur dan Barat, termasuk Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perjanjian ini juga menjadi dasar pembentukan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE). Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah ketidak-berubahnya batas negara.
