Internationalmedia.co.id melaporkan lima berita internasional terpopuler hari ini. Ketegangan politik dan ekonomi mendominasi, mulai dari bantuan keuangan di Malaysia hingga tuduhan pengkhianatan di Amerika Serikat.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bantuan tunai sebesar 100 Ringgit (Rp 385.000) untuk setiap warga negara mulai bulan depan. Langkah ini diambil untuk meredam kemarahan publik akibat melonjaknya biaya hidup dan pajak baru. Bantuan ini diumumkan melalui pidato khusus yang disiarkan secara nasional dan di media sosial, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post.

Di lain sisi, dunia dikejutkan dengan laporan pengiriman senjata nuklir AS ke Inggris. Analis open-source mendeteksi pesawat militer AS yang membawa senjata nuklir dari Pangkalan Udara Kirtland, New Mexico, menuju Pangkalan Udara Lakenheath, Inggris. Ini merupakan pengiriman pertama kalinya dalam hampir dua dekade, menurut Newsweek.
Ketegangan internasional juga muncul dari keputusan AS untuk keluar dari UNESCO. China mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dari negara besar. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, seperti yang dikutip oleh AFP.
Di bidang ekonomi, Gedung Putih mengumumkan kesepakatan perdagangan baru antara AS dan Indonesia. Kesepakatan ini, menurut pernyataan Gedung Putih, akan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi AS di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur, pertanian, dan digital. Namun, detail mengenai transfer data pribadi dalam kesepakatan ini masih menjadi sorotan.
Terakhir, Presiden AS Donald Trump kembali membuat kehebohan dengan menuduh mantan Presiden Barack Obama melakukan pengkhianatan, tanpa memberikan bukti kuat. Tuduhan ini langsung dibantah oleh juru bicara Obama yang menyebutnya sebagai upaya pengalihan perhatian, seperti yang dilaporkan Reuters.
