Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Rahasia Mengejutkan di Gaza: Kerja Sama Tersembunyi?
Trending Indonesia

Rahasia Mengejutkan di Gaza: Kerja Sama Tersembunyi?

GunawatiBy Gunawati07-07-2025 - 15.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rahasia Mengejutkan di Gaza: Kerja Sama Tersembunyi?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pengakuan mengejutkan datang dari Yasser Abu Shabab, pemimpin kelompok Popular Forces di Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, melalui wawancara dengan radio publik Israel berbahasa Arab, Makan, Abu Shabab secara terang-terangan mengakui koordinasi dengan militer Israel. Kelompoknya, yang dituduh menjarah bantuan kemanusiaan untuk Gaza, memiliki akses bebas ke zona-zona di bawah kendali militer Israel dan bahkan menginformasikan operasi mereka sebelum pelaksanaannya.

"Kami memberi tahu mereka, tapi kami tetap menjalankan operasi militer kami sendiri," ungkap Abu Shabab. Ia juga mengakui menerima "dukungan logistik dan keuangan dari beberapa pihak," tanpa secara spesifik menyebut Israel. Pernyataan ini menguatkan pengakuan sebelumnya dari otoritas Israel yang menyatakan dukungan kepada kelompok-kelompok anti-Hamas di Gaza, meskipun tanpa menyebut nama. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan menyebut dukungan tersebut sebagai tindakan yang "menyelamatkan nyawa tentara Israel."

Rahasia Mengejutkan di Gaza: Kerja Sama Tersembunyi?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, pengakuan ini menuai kecaman. Avigdor Lieberman, mantan Menteri Pertahanan Israel, menuding pemerintah Netanyahu memberikan senjata kepada "sekelompok kriminal." Lembaga think-tank Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri bahkan menyebut Abu Shabab sebagai kepala geng kriminal yang menjarah bantuan kemanusiaan.

Abu Shabab membantah tuduhan penjarahan, menegaskan tujuan utamanya adalah menumbangkan Hamas dan menawarkan alternatif pemerintahan di Gaza. Ia mengklaim kelompoknya tidak berafiliasi dengan ideologi atau organisasi politik tertentu, dan berjuang melawan "ketidakadilan" dan "korupsi" Hamas. "Hamas sedang sekarat, mereka tahu akhir mereka sudah dekat," tegasnya.

Pernyataan Abu Shabab ini tentu memicu kontroversi besar. Hamas sendiri telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya atas tuduhan pengkhianatan. Pernyataan ini membuka tabir rahasia di balik konflik Gaza dan menimbulkan pertanyaan besar tentang peran Israel dalam situasi yang kompleks ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Tragedi Suriah Trump Siap Balas Dendam

14-12-2025 - 12.00

Horor di Kampus Ivy League Trump Angkat Bicara

14-12-2025 - 10.15

Mahasiswi Brown Ungkap Detik Detik Mencekam

14-12-2025 - 10.00

Kampus Brown Berdarah Pelaku Masih Buron

14-12-2025 - 07.30

Suriah Berdarah Prajurit AS Tewas Ditembak ISIS

14-12-2025 - 07.15

Malam Mencekam Kampus Brown

14-12-2025 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.