Internationalmedia.co.id melaporkan kabar mengejutkan dari Yaman. Perdana Menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, dikabarkan tewas dalam serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Israel. Pengumuman ini disampaikan oleh kelompok Houthi sendiri, memicu ketegangan regional yang semakin meningkat.
Serangan yang terjadi Kamis (28/8) lalu, menurut pernyataan militer Israel yang dikutip internationalmedia.co.id, menargetkan fasilitas militer Houthi. Selain Al-Rahawi, beberapa pejabat lainnya juga tewas dalam serangan tersebut, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Houthi menyebut serangan itu sebagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh "musuh berbahaya".

Al-Rahawi, yang menjabat sejak tahun lalu, merupakan figur penting dalam pemerintahan Houthi. Ia berasal dari provinsi Abyan di selatan Yaman, wilayah yang mayoritas dikuasai oleh kelompok pemberontak tersebut. Pemilihannya sebagai Perdana Menteri dinilai sebagai strategi Houthi untuk meraih dukungan di selatan Yaman.
Kematian Al-Rahawi memicu reaksi keras dari kelompok Houthi. Kepala dewan politik tertinggi Houthi, Mehdi al-Mashat, melalui pesan video di Telegram, bersumpah akan membalas dendam atas kematian Al-Rahawi. Ia bahkan memperingatkan perusahaan asing untuk meninggalkan Israel.
Sebagai respons atas kematian Al-Rahawi, Wakil Perdana Menteri Houthi, Mohammed Ahmed Miftah, telah diangkat sebagai Perdana Menteri sementara. Kejadian ini semakin memperkeruh situasi di Yaman yang telah lama dilanda konflik, terutama setelah perang Gaza meletus pada Oktober 2023 lalu. Serangan balasan dari Houthi terhadap Israel pun diprediksi akan segera terjadi. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

