Kematian Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud mengejutkan banyak pihak. Internationalmedia.co.id mengabarkan, Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan pernyataan resmi terkait wafatnya sang pangeran. Jenazah Almarhum akan dimakamkan di Riyadh. Pihak kerajaan menyampaikan doa dan harapan agar Almarhum mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Salat jenazah akan dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh. Pernyataan resmi dari Pengadilan Tinggi Saudi yang dikutip oleh Saudi Press Agency menyebutkan, "Semoga Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keridhaan-Nya serta menempatkannya di surga-Nya yang luas. Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali."

Dikenal sebagai ‘Pangeran Tidur’ atau ‘Sleeping Prince’, Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud meninggal dunia Sabtu lalu setelah mengalami koma selama lebih dari dua dekade. Insiden kecelakaan mobil yang dialaminya saat masih berusia 15 tahun di London pada 2005 menjadi penyebabnya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera otak parah dan pendarahan internal.
Meskipun mendapatkan perawatan intensif dari dokter spesialis Amerika dan Spanyol, Al-Waleed tak pernah sadarkan diri sepenuhnya. Selama lebih dari 20 tahun, ia berada dalam kondisi koma, meski sesekali menunjukkan gerakan tak sadar yang sempat memberikan secercah harapan. Ayahnya, Pangeran Khaled, tetap teguh dalam perawatan dan menolak saran untuk menghentikan alat bantu hidup, berharap pada sebuah keajaiban kesembuhan. Kini, ‘Pangeran Tidur’ telah pergi untuk selamanya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerajaan Saudi.