Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian peristiwa internasional yang menggemparkan dunia. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melontarkan kecaman keras terhadap Israel, menuduh negara tersebut sengaja membiarkan bantuan kemanusiaan membusuk di perbatasan Gaza, menyebabkan bencana kelaparan. "Manusia macam apa yang melakukan ini? Ini binatang!" tegas Anwar, mengutuk tindakan biadab yang menyebabkan warga Gaza kelaparan sementara bantuan tersedia.
Di lain sisi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengerahkan lebih dari 2.200 tentara Garda Nasional ke Washington DC, lengkap dengan persenjataan, dengan alasan untuk memberantas kejahatan. Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang proporsionalitas dan potensi eskalasi. Pasukan tersebut diizinkan menggunakan senjata api hanya sebagai upaya terakhir, menurut keterangan Satuan Tugas Gabungan-DC.

Israel juga melakukan tindakan kontroversial lainnya. Ratusan pohon, sebagian besar pohon zaitun yang penting bagi perekonomian dan budaya Tepi Barat, ditebang oleh buldoser Israel di desa al-Mughayyir. Tindakan ini semakin memperkeruh konflik antara petani lokal dan pemukim Israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan terus menyerang siapa pun yang mengancam Israel, menyusul serangan udara terbaru ke kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Netanyahu mengklaim serangan tersebut menghancurkan "istana presiden Houthi," meskipun klaim ini belum diverifikasi.
Tragedi kemanusiaan kembali terjadi. Serangan rudal Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Gaza, menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk tiga jurnalis, salah satunya dari Reuters. Kejadian ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik yang berkepanjangan. Serangan ini mengundang kecaman internasional dan menambah tekanan pada Israel.

