Internationalmedia.co.id melaporkan, Prancis mengirimkan tiga jet tempur Rafale ke Polandia. Presiden Emmanuel Macron mengumumkan hal ini melalui X, sebagai respon atas pelanggaran wilayah udara Polandia oleh drone Rusia. Keputusan ini diambil setelah Macron berdiskusi dengan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, dan sejumlah pemimpin NATO lainnya.
Menurut laporan internationalmedia.co.id, Macron menegaskan komitmennya untuk melindungi wilayah udara Polandia dan Eropa Timur bersama sekutu NATO. Ia menekankan bahwa Prancis tidak akan tinggal diam menghadapi aksi intimidasi Rusia yang semakin meningkat. Insiden ini terjadi setelah Polandia melaporkan setidaknya 19 kali pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia dalam beberapa hari terakhir, dengan setidaknya tiga drone berhasil ditembak jatuh.

Peristiwa ini terjadi tiga setengah tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina, dan dianggap Polandia sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap negara tersebut, NATO, dan Uni Eropa. Meskipun Moskow membantah menargetkan Polandia, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah berdiskusi dengan Macron dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, untuk membahas respon bersama atas pelanggaran wilayah udara NATO ini. Inggris menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengerahan pasukan NATO lebih lanjut ke wilayah tersebut. Dewan Keamanan PBB pun akan membahas insiden ini dalam pertemuan darurat. Ketegangan di Eropa Timur semakin meningkat seiring dengan perkembangan situasi ini.

