Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Rahasia di Balik Penolakan Visa AS: Apa yang Terjadi di Gaza?
Trending Indonesia

Rahasia di Balik Penolakan Visa AS: Apa yang Terjadi di Gaza?

GunawatiBy Gunawati18-04-2025 - 15.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rahasia di Balik Penolakan Visa AS: Apa yang Terjadi di Gaza?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kebijakan kontroversial baru-baru ini mengejutkan banyak orang. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan pemeriksaan media sosial untuk semua pemohon visa yang pernah mengunjungi Jalur Gaza sejak Januari 2007. Langkah ini, menurut Departemen Luar Negeri AS, bertujuan untuk memperketat pengawasan keamanan nasional. Pemeriksaan ini berlaku untuk semua jenis visa, termasuk visa imigran dan non-imigran, bahkan bagi pekerja organisasi non-pemerintah.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa jika hasil peninjauan media sosial menunjukkan potensi ancaman keamanan, maka permohonan visa akan ditolak. Kebijakan ini didasarkan pada saran penasihat keamanan nasional dan merupakan bagian dari investigasi antar lembaga untuk menilai risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh pemohon. Langkah ini menyusul pencabutan ratusan visa oleh pemerintahan Trump, termasuk visa penduduk tetap yang sah, berdasarkan Undang-Undang tahun 1952 yang mengizinkan deportasi imigran yang dianggap merugikan kebijakan luar negeri AS.

Rahasia di Balik Penolakan Visa AS: Apa yang Terjadi di Gaza?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menandatangani dokumen kebijakan ini pada 17 April. Meskipun seorang juru bicara Departemen Luar Negeri menolak berkomentar mengenai komunikasi internal, mereka menegaskan bahwa semua pemohon visa menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat. Proses pemeriksaan ini berlangsung dari tahap pengajuan permohonan hingga setelah visa dikeluarkan.

Namun, kebijakan ini menuai kritik. Pejabat Trump disebut-sebut mendeportasi pemegang visa pelajar karena dukungan mereka terhadap Palestina dan kritik terhadap tindakan Israel di Gaza, dengan alasan hal tersebut mengancam kepentingan kebijakan luar negeri AS. Para kritikus menyebut kebijakan ini sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS. Kasus penangkapan mahasiswa Universitas Tufts asal Turki, Rumeysa Ozturk, yang direkam dalam video bulan lalu, menjadi contoh kontroversi yang mencuat ke publik. Penangkapan tersebut semakin memperkuat perdebatan seputar kebijakan visa yang baru ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

18-04-2026 - 10.00

Menteri Israel Murka Gencatan Senjata Trump

18-04-2026 - 07.15

Trump Bongkar Cara AS Dapatkan Nuklir Iran

18-04-2026 - 07.00

Lebanon Bukan Lagi Medan Perang Siapapun

18-04-2026 - 03.45

Selat Hormuz Memanas Iran Beri Ultimatum

18-04-2026 - 03.00

Perintah Mengejutkan Trump Guncang Timur Tengah

17-04-2026 - 23.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.