Internationalmedia.co.id – Qatar mengecam keras tindakan Israel yang dinilai terus-menerus melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza. Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keselamatan warga sipil dan stabilitas kawasan.
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menyampaikan kecaman tersebut dalam pidato tahunannya di hadapan Dewan Syura. Ia menegaskan penolakan Qatar terhadap segala bentuk pelanggaran dan praktik Israel di Palestina, terutama perubahan kondisi Jalur Gaza yang semakin tidak layak huni dan pelanggaran gencatan senjata yang berulang.

"Jalur Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina dan negara Palestina yang bersatu," tegas Al Thani, seperti dikutip internationalmedia.co.id.
Qatar, yang berperan sebagai mediator penting dalam upaya gencatan senjata, menyoroti bahwa serangan militer Israel telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu.
Selain itu, Al Thani juga mengecam keras langkah Israel dalam memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat dan upaya "Yahudisasi" Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur. Ia mendesak masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas dugaan "perang genosida" di Jalur Gaza dan memberikan perlindungan bagi warga sipil Palestina.
Al Thani juga menyinggung serangan Israel terhadap delegasi Hamas di Doha pada 9 September lalu, yang menurutnya merupakan tindakan "terorisme negara". Ia menekankan bahwa respons global harus cukup kuat untuk membuat para pelaku jera.
