Internationalmedia.co.id, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina. Putin menegaskan bahwa langkah ini akan memicu eskalasi yang signifikan dalam konflik, serta berdampak serius pada hubungan antara Moskow dan Washington.
Pernyataan Putin ini muncul sebagai respons atas pernyataan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang mengungkapkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk memasok rudal Tomahawk. Meskipun Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan final, pertimbangan ini menunjukkan meningkatnya kekecewaan terhadap penolakan Putin untuk menyetujui gencatan senjata.

Kremlin melihat potensi eskalasi keterlibatan AS sebagai ancaman serius, terutama jika rudal jarak jauh tersebut digunakan untuk menyerang wilayah Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Rusia sedang melakukan "analisis mendalam" terhadap berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Peskov menyoroti pertanyaan penting terkait siapa yang akan meluncurkan rudal-rudal tersebut dan siapa yang akan menentukan targetnya. Pertanyaan ini menggarisbawahi kekhawatiran Rusia tentang potensi keterlibatan langsung militer AS dalam konflik tersebut.
Rudal Tomahawk memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer, yang berarti dapat mencapai Moskow dan sebagian besar wilayah Rusia di dekat Eropa jika ditembakkan dari Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah memperingatkan para pejabat Kremlin untuk "mengetahui di mana tempat perlindungan bom berada" jika perang terus berlanjut.
Rincian mengenai bagaimana atau melalui negara mana rudal Tomahawk akan dipasok, jika AS menyetujui permintaan Kyiv, masih belum jelas. Zelensky sebelumnya mengusulkan agar Washington menjual rudal tersebut ke negara-negara Eropa yang kemudian akan mengirimkannya ke Ukraina.

