Internationalmedia.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait potensi pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina. Putin menegaskan bahwa langkah tersebut akan menghancurkan hubungan antara Moskow dan Washington, memicu eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, dengan pasukan Rusia yang terus bergerak maju di Ukraina dan dugaan pelanggaran wilayah udara NATO oleh drone Rusia. Usulan AS untuk memberikan informasi intelijen kepada Ukraina mengenai target infrastruktur energi di wilayah Rusia semakin memperkeruh suasana.

"Ini akan menyebabkan hancurnya hubungan kita, atau setidaknya tren positif yang telah muncul dalam hubungan ini," ujar Putin dalam sebuah rekaman video yang dirilis oleh reporter televisi pemerintah Rusia, Pavel Zarubin.
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk rudal Tomahawk, yang memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer. Jika Ukraina memiliki rudal ini, Kremlin dan seluruh wilayah Rusia di Eropa akan berada dalam jangkauan serangan.
Putin menekankan bahwa penggunaan Tomahawk tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan langsung personel militer AS. Oleh karena itu, pasokan rudal semacam itu akan memicu eskalasi baru yang signifikan.
"Ini akan berarti tahap eskalasi yang benar-benar baru, secara kualitatif baru, termasuk dalam hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat," tegas Putin.
Meskipun laporan Wall Street Journal mengindikasikan bahwa AS sedang mempertimbangkan pengiriman rudal tersebut, seorang pejabat AS dan beberapa sumber lain menyatakan bahwa rencana tersebut mungkin tidak dapat diwujudkan karena persediaan rudal saat ini diprioritaskan untuk Angkatan Laut AS dan penggunaan lainnya. Namun, ancaman Putin tetap menjadi sinyal yang jelas tentang potensi konsekuensi serius jika AS mengambil langkah tersebut.

