Wednesday, 08 February 2023

Wednesday, 08 February 2023

Puan Bingung, Merasa Sudah Kerja Keras Tetap Masih Banyak Orang Tak Menyukainya

Puan Maharani.

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengaku sadar banyak orang yang tak suka pada dirinya. Hal itulah yang membuatnya bingung kenapa banyak mendapat komentar negatif dari public.

Padahal, Puan, merasa sudah bekerja keras turun ke masyarakat dan berupaya mengentaskan berbagai persoalan.

“Merasalah (banyak orang tak suka). Bingung juga, nggak tahu kenapa. Kayaknya sudah berusaha kerja benar, turun ke bawah, kemudian kerja ke lapangan,” kata Puan dalam acara Rosi Kompas TV, dikutip Jumat (13/1).

Memang, kata Puan, dirinya tak bisa menyelesaikan semua masalah yang menurutnya begitu banyak. Namun, dia mengaku berusaha untuk menyapa rakyat, mendengar aspirasi warga, dan mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.

Dengan kerja kerasnya itu, Puan merasa dirinya tetap selalu salah dalam pandangan sejumlah orang.

“Kayaknya memang yang udah nggak suka tetep aja nggak suka. Udah nggak lihat lagi apa yang dilakukan oleh Puan Maharani, tapi dia selalu salah aja,” ujarnya.

Ketua DPR RI itu mengatakan, tidak semua langkah dan kebijakan yang dia ambil bisa menyenangkan banyak orang. Kendati banyak yang berkomentar negatif, Puan bilang, dirinya akan tetap bekerja keras untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

“Kan kita juga nggak bisa bikin senang semua orang suka, jadi saya terus aja jalan, terus aja turun ke bawah, menyapa masyarakat, ketemu dengan masyarakat. Udah itu aja yang bisa saya lakukan,” tutur anak bungsu Megawati Soekarnoputri itu.

Seperti diketahui, nama Puan Maharani seolah tak pernah lepas dari sorotan publik, utamanya di media sosial. Akhir September lalu misalnya, di media sosial Twitter viral video Puan bagi-bagi kaus ke warga. Dalam video itu, tampak Puan melempar-lemparkan kaus dengan muka cemberut.

Tak lama setelah peristiwa itu, Puan lagi-lagi mendapat sorotan publik. Kali ini, videonya menanam padi di sawah viral di media sosial. Dalam video tersebut, Puan turun ke sawah di Desa Adat Sedang, Abiansamel, Badung, Bali. Namun cara Puan menanam padi dinilai tak selazim. Puan menancapkannya tanaman padi dengan berjalan maju, bukan mundur seperti umumnya dilakukan petani. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media