Sebuah video yang menggemparkan jagat maya menampilkan seorang pria ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mata tertutup di Jalur Pantura, Subang, Jawa Barat. Apa yang awalnya diduga sebagai aksi begal brutal, kini terungkap sebagai rekayasa yang menyamarkan transaksi narkoba, demikian laporan Internationalmedia.co.id – News.
Menurut informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id, pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga di depan sebuah rumah makan di kawasan Blanakan, Subang, pada Rabu, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Penemuan yang memicu keprihatinan publik ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, yang kemudian mengungkap fakta mengejutkan di balik insiden tersebut.

Investigasi mendalam oleh aparat kepolisian menunjukkan bahwa insiden tersebut bermula ketika pria yang bersangkutan hendak mengambil barang haram, diduga kuat berupa tembakau sintetis atau ‘sinte’, di area persawahan Dusun Mandala, Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto menjelaskan kronologi rekayasa tersebut pada Selasa, 1 September 2026. "Setibanya di lokasi, korban dihampiri oleh tiga orang pelaku yang berjalan kaki. Mata korban langsung ditutup menggunakan tisu, sementara kedua tangannya diikat ke belakang. Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil pelaku sebelum akhirnya dibuang di wilayah Blanakan," terang AKBP Andi Purwanto.
Dalam skenario palsu ini, para pelaku juga membawa kabur sepeda motor dan telepon genggam milik pria tersebut untuk memperkuat kesan bahwa ia adalah korban begal sungguhan. Namun, upaya penyamaran ini tidak berlangsung lama. Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Pamanukan bersama Satreskrim Polres Subang bergerak cepat dan berhasil meringkus dua orang tersangka. Keduanya diidentifikasi dengan inisial II (33) dan NAM (41).
AKBP Andi Purwanto menambahkan bahwa komplotan ini secara keseluruhan berjumlah delapan orang. Dengan dua tersangka telah diamankan, enam pelaku lainnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Masih ada pelaku lainnya yang dalam pencarian. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka, atau kepada para pelaku sendiri, untuk segera menyerahkan diri sebelum kami lakukan tindakan tegas penangkapan," pungkasnya, menegaskan komitmen polisi untuk menuntaskan kasus ini.
