Internationalmedia.co.id – News – Sebuah misteri kematian yang menyelimuti seorang pria berusia 60 tahun di Kabupaten Bogor akhirnya menemui titik terang. Setelah dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makam, pihak kepolisian menduga kuat bahwa pria berinisial H tersebut merupakan korban pembunuhan. Proses pembongkaran makam dan pemeriksaan jasad ini berlangsung di pemakaman umum Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, pada Senin (21/9/2026).
Kapolsek Gunung Sindur, AKP Ucup Supriyatna, membenarkan adanya kegiatan ekshumasi yang melibatkan Laboratorium Forensik Mabes Polri. "Jadi betul, bahwa tadi ada kegiatan ekshumasi dari Laboratorium Forensik Mabes Polri. Kegiatan dilaksanakan di pemakaman umum Desa Jampang. Ekshumasi ini adalah kita dalam rangka menangani perkara pembunuhan," ujar AKP Ucup saat dihubungi internationalmedia.co.id pada Senin (21/9/2026).

Penyelidikan kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang merasa janggal dengan kematian H. Pria 60 tahun itu diketahui meninggal dunia pada Rabu (26/8), namun kejanggalan yang dirasakan keluarga mendorong mereka untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.
AKP Ucup menambahkan, "Ada warga masyarakat yang memberikan informasi kepada kita, termasuk dari pihak keluarga korban, ya istilahnya mencurigai kematian daripada korban." Untuk memastikan dugaan kematian tidak wajar tersebut, kepolisian mengajukan permohonan ekshumasi ke Mabes Polri. Hasil visum sementara dari ekshumasi menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia secara tidak wajar.
Dari pemeriksaan mendalam saat ekshumasi, tim forensik menemukan adanya luka pada jasad H. Luka tersebut, menurut AKP Ucup, teridentifikasi di bagian pelipis kanan korban. "’Sementara ada luka dari di atas pelipis kanan, diduga dari benda, benda sejenis senjata tajam ya,’ jelas Ucup, mengindikasikan bahwa luka tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh aksi kekerasan," pungkasnya.
Dengan terungkapnya fakta ini, pihak kepolisian kini tengah mendalami lebih lanjut kasus pembunuhan H. Penyelidikan intensif diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik kematian tragis pria 60 tahun tersebut.
